Perpustakaan UIN Salatiga Gelar Grand Final Pemilihan Duta Perpustakaan 2026, Perkuat Budaya Literasi di Era Digital

Perpustakaan UIN Salatiga Gelar Grand Final Pemilihan Duta Perpustakaan 2026, Perkuat Budaya Literasi di Era Digital

UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sukses menyelenggarakan Grand Final Pemilihan Duta Perpustakaan UIN Salatiga Tahun 2026 yang berlangsung di Perpustakaan Kampus III pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan kampus sekaligus mencetak generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan, penggerak literasi, dan duta informasi di era transformasi digital.

Kepala UPT Perpustakaan UIN Salatiga, Ifonilla Yenianti, M.A., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pemilihan Duta Perpustakaan bertujuan untuk menumbuhkan semangat literasi di kalangan sivitas akademika sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, inspirasi, dan pengalaman dalam mengembangkan budaya membaca serta pemanfaatan informasi secara bijaksana.

“Perpustakaan harus mampu menjadi wadah untuk mengembangkan pengetahuan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi buku, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, diskusi, dan sinergi antar sivitas akademika,” ungkapnya.

Dalam proses seleksi, para finalis dinilai berdasarkan berbagai aspek yang mencerminkan kompetensi akademik maupun sosial. Beberapa indikator penilaian meliputi pengetahuan tentang literasi dan kepustakawanan, literasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), keaktifan dalam organisasi kemahasiswaan, kemampuan berbahasa asing, serta kontribusi nyata kepada masyarakat. Penilaian tersebut diharapkan mampu menghasilkan Duta Perpustakaan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pengembangan literasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Penyelenggaraan Pemilihan Duta Perpustakaan UIN Salatiga ini memperoleh apresiasi dari Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perpustakaan merupakan elemen fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Perpustakaan adalah jantung pendidikan. Perpustakaan yang sehat adalah perpustakaan yang menjadi sumber ilmu pengetahuan sekaligus tempat untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap para finalis yang terpilih nantinya dapat turut berkontribusi dalam mengembangkan budaya akademik serta memajukan UIN Salatiga,” tuturnya.

Rektor juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, transformasi digital harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas diri, bukan menjadi penghalang dalam membangun budaya literasi.

“Perkembangan teknologi harus mampu kita ikuti dengan bijaksana. Berbagai instrumen digital yang tersedia perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi dan nilai diri. Namun demikian, kebiasaan membaca dan menulis harus tetap dipelihara agar tidak tergeser oleh masifnya penggunaan teknologi digital,” pesannya.

Proses penilaian Grand Final dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari unsur praktisi, akademisi, dan psikolog, yaitu Kristi Priyantara Wibowo, S.I.Kom., M.A. (Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kota Salatiga), Almer Samantha Hidaya, S.IP., M.A. (Dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Salatiga), serta Widayati Lestari, S.Ag., S.Psi., M.Psi. (Dosen Program Studi Psikologi UIN Salatiga). Kehadiran dewan juri dari berbagai disiplin ilmu memberikan penilaian yang komprehensif terhadap kompetensi, karakter, kemampuan komunikasi, serta wawasan literasi yang dimiliki oleh para finalis.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, terpilih para pemenang Duta Perpustakaan UIN Salatiga Tahun 2026. Untuk Kategori Putra, Juara I diraih oleh Hidayatul Ikhsan, Juara II Muhammad Fauzi Nur Wibowo, dan Juara III Musdar Refi. Sementara itu, pada Kategori Putri, Juara I diraih oleh Lola Yuanda Arlinza, Juara II Rachma Hayati Alyssa Putri, dan Juara III Anisa Dwi Saputri.

Selain menetapkan Duta Perpustakaan Putra dan Putri, dewan juri juga memberikan penghargaan kepada para finalis yang memiliki keunggulan pada bidang-bidang literasi tertentu sebagai bentuk apresiasi atas kompetensi dan potensi yang dimiliki. Mayani Tasqia Hidayatul Fiqri dinobatkan sebagai Duta Bahasa, Mita Rizka Azizia sebagai Duta Literasi Digital, dan Widya Nur Elmi sebagai Duta Inklusi. Sementara itu, penghargaan Duta Baca diberikan kepada Moh Arjun Najakhi, Siti Istiqomah, Safa Nur Fadila, Aisyatu Rohmaniya, dan Hidayatussolikhah. Pemberian apresiasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai pelopor literasi sesuai dengan bidang kompetensinya masing-masing, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem literasi yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada peningkatan budaya baca di lingkungan UIN Salatiga.

Para pemenang diharapkan mampu mengemban amanah sebagai Duta Perpustakaan dengan menjadi teladan dalam membangun budaya literasi, mempromosikan berbagai layanan perpustakaan, serta menginspirasi sivitas akademika untuk terus meningkatkan minat baca, kemampuan berpikir kritis, dan kecakapan literasi digital.

Melalui penyelenggaraan Pemilihan Duta Perpustakaan Tahun 2026, UPT Perpustakaan UIN Salatiga berharap dapat melahirkan figur-figur inspiratif yang mampu menjadi motor penggerak literasi, mempromosikan pemanfaatan perpustakaan secara optimal, serta mendorong tumbuhnya budaya belajar sepanjang hayat di lingkungan UIN Salatiga. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen perpustakaan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penguatan literasi, inovasi, dan transformasi layanan berbasis teknologi.(Snd)