Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menerima kunjungan tim peneliti dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam rangka pelaksanaan penelitian mengenai pengembangan layanan perpustakaan inklusif bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian Litapdimas yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Tim peneliti yang diketuai oleh Eny Supriati, S.IP., M.Pd., dengan anggota Wahid Hariyanto, M.Pd.I. dan Alwan Wibawanto, S.Th.I., M.E., melaksanakan penelitian di UIN Salatiga pada Rabu, 8 Juli 2026.

Penelitian tersebut mengangkat tema “Model Layanan Perpustakaan Inklusif untuk Meningkatkan Literasi dan Kemandirian Mahasiswa Disabilitas: Studi Komparatif di UIN Sunan Kalijaga dan UIN Salatiga.” Melalui penelitian ini, tim berupaya mengidentifikasi praktik dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan yang ramah disabilitas, sekaligus mengkaji kontribusi perpustakaan dalam meningkatkan akses informasi, budaya literasi, serta kemandirian belajar mahasiswa penyandang disabilitas.
Sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus berkomitmen mewujudkan layanan informasi yang inklusif, Perpustakaan UIN Salatiga menjadi lokasi studi komparatif karena dinilai memiliki berbagai inovasi dalam penyediaan layanan yang memperhatikan prinsip kesetaraan akses bagi seluruh sivitas akademika. Pengembangan fasilitas, koleksi, teknologi informasi, hingga layanan pendampingan bagi pemustaka berkebutuhan khusus merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung implementasi pendidikan tinggi yang inklusif.


Melalui kegiatan penelitian ini, tim peneliti melakukan proses pengumpulan data, observasi, serta diskusi dengan pengelola perpustakaan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kebijakan, strategi, sarana prasarana, dan implementasi layanan inklusif yang telah diterapkan di Perpustakaan UIN Salatiga. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah dalam penyusunan model layanan perpustakaan inklusif yang adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa disabilitas di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Kepala Perpustakaan UIN Salatiga menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik antarlembaga. Kehadiran para peneliti diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam bidang pengembangan layanan perpustakaan, penelitian kepustakawanan, serta peningkatan kualitas layanan berbasis inklusi.
Partisipasi Perpustakaan UIN Salatiga sebagai lokasi penelitian ini sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan berbagai perguruan tinggi terhadap praktik pengelolaan perpustakaan yang dikembangkan. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan inklusivitas, Perpustakaan UIN Salatiga terus berkomitmen menjadi pusat informasi dan pembelajaran yang memberikan akses setara bagi seluruh pemustaka (Snd)




