Perpustakaan UIN Salatiga Gelar Workshop Peningkatan Mutu Bersama BRIN

Perpustakaan UIN Salatiga Gelar Workshop Peningkatan Mutu Bersama BRIN

UPT Perpustakaan UIN Salatiga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Direktorat Repository, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah BRIN menyelenggarakan kegiatan Workshop Peningkatan Mutu Perpustakaan bertema “Pendampingan Penerbitan Karya Buku dan Film” pada Rabu, 20 Mei 2026 di Hotel Wahid Prime.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis perpustakaan dalam memperkuat kualitas layanan, pengembangan publikasi ilmiah, serta pengelolaan pengetahuan akademik dan audiovisual berbasis pengetahuan lokal. Workshop tersebut diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, pustakawan, di lingkungan UIN Salatiga.

Kepala UPT Perpustakaan UIN Salatiga, Ifonilla Yenianti, S.Pd.I., S.IPI., M.A., dalam sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama (MoU) antara UIN Salatiga dengan BRIN melalui penyelenggaraan webinar empat seri serta workshop peningkatan mutu perpustakaan dan pendampingan penerbitan karya buku maupun film. Melalui program ini, karya para dosen juga dapat didaftarkan di BRIN sebagai bagian dari penguatan publikasi dan pengembangan akademik. “Keperpustakaan mencari referensi, membaca buku hingga senja tiba, workshop kepustakawaan penuh inspirasi, bahas penerbitan buku  bersama BRIN tercinta”  patun kepala perpustakaan menutup sambutan.

Workshop secara resmi dibuka melalui keynotespeech oleh Rektor Zakiyuddin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perpustakaan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai ruang penyimpanan buku, melainkan telah berkembang menjadi pusat pengetahuan, inovasi, dan pengembangan literasi akademik yang dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi serta kebutuhan masyarakat ilmiah global.

Rektor juga menyoroti pentingnya memanfaatkan peluang kerja sama dengan BRIN, khususnya dalam penerbitan buku, karya film, bahan ajar, hingga film dokumenter. Menurutnya, BRIN saat ini tengah menginisiasi pengembangan karya-karya dokumenter yang dapat disitasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem akademik dan diseminasi ilmu pengetahuan. Ia menambahkan bahwa tingkat sitasi sangat bergantung pada luasnya penyebaran karya, baik karya yang telah terbit maupun yang baru dipublikasikan, sehingga diperlukan strategi diseminasi yang lebih luas dan efektif agar hasil karya akademik dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat ilmiah.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber profesional dari BRIN yang kompeten di bidang pengelolaan publikasi ilmiah dan pengetahuan audiovisual. Narasumber pertama, Dwi Wiratno Prasetijo, M.Eng., selaku Ketua Tim Penerbitan Ilmiah BRIN, menyampaikan materi mengenai penguatan penerbitan ilmiah, pengelolaan repository institusi, serta strategi peningkatan kualitas publikasi akademik di lingkungan perguruan tinggi. Dengan moderator sesi 1 Rinaldi Anggoro Shakti, S.Sos (Dinpersip Kota Salatiga)

Adapun narasumber kedua, Dhevi Enlivena Irene Restia Mahelingga, M.Sn., selaku Penanggung Jawab Akuisisi Pengetahuan Lokal Audiovisual BRIN, memaparkan pentingnya pelestarian pengetahuan lokal melalui dokumentasi audiovisual sebagai bagian dari penguatan literasi dan warisan intelektual bangsa. Sebagai moderator sesi 2 Arlita Riaswati, S.I.Pust (Dinpersip Kota Salatiga)

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif mengenai  pendampingan penerbitan karya buku, hingga strategi preservasi pengetahuan lokal berbasis digital dan audiovisual. Para peserta juga memperoleh wawasan praktis terkait proses penerbitan karya ilmiah maupun produksi karya audiovisual yang dapat mendukung pengembangan literasi di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam mendukung pengembangan literasi, publikasi ilmiah, serta transformasi perpustakaan menuju pusat pengetahuan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Kegiatan Workshop ini resmi ditutup oleh Kepala Perpustakaan langsung. Dalam sambutan penutupan, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Beliau menegaskan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan budaya literasi, kreativitas, serta kapasitas akademik civitas akademika dalam menghasilkan karya-karya inovatif yang tidak hanya bermanfaat bagi institusi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.

Di akhir sambutannya, beliau berharap semangat kolaborasi dan produktivitas yang telah terbangun selama workshop dapat terus dilanjutkan melalui karya nyata dan program-program pengembangan berikutnya. (Snd)