Dalam upaya mendukung pelestarian, perlindungan, dan pemanfaatan naskah kuno sebagai bagian dari warisan budaya bangsa, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga terus melaksanakan kegiatan inventarisasi serta pendataan naskah kuno yang berada di wilayah Kota Salatiga. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menjaga keberadaan naskah-naskah bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, serta perjalanan peradaban masyarakat.
Pada Kamis (18/6/2026), tim dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga melaksanakan kegiatan penelusuran, pendataan, dan identifikasi naskah kuna milik K.H. Zubair yang tersimpan di lingkungan Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelestarian manuskrip yang memiliki nilai sejarah, keagamaan, dan budaya yang tinggi, sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap warisan intelektual yang perlu dijaga keberlangsungannya.


Tim yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Rinaldi Anggoro Shakti selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan, Aji Putranto sebagai Pustakawan Ahli Muda, Anisyah Lestiyani sebagai Pustakawan Terampil, Tutik Yamtini sebagai Pustakawan Ahli Pertama, Warin Darsono sebagai pegiat literasi serta Alfan Rikza dosen UIN Salatiga. Kehadiran tim ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian naskah kuno yang memiliki nilai sejarah.
Dalam kegiatan penelusuran dan identifikasi tersebut, ditemukan beberapa koleksi naskah yang memiliki nilai penting. Salah satu temuan utama adalah Mushaf Al-Qurβan tulisan tangan berbahan kertas Eropa yang diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-19 atau tahun 1800-an. Mushaf tersebut memiliki ornamen iluminasi yang indah dan menjadi salah satu bukti perkembangan tradisi penulisan manuskrip Islam pada masa lampau.
Selain itu, tim juga menemukan beberapa kitab yang digunakan sebagai bahan pengajaran terkait hukum Islam, fiqih, dan hadis. Tidak hanya itu, ditemukan pula sejumlah surat milik K.H. Zubair yang berkaitan dengan hubungan beliau dengan Partai Nahdlatul Ulama serta komunikasi dengan K.H. Bisri Mustofa. Temuan tersebut memberikan gambaran penting mengenai perjalanan intelektual, sosial, dan jaringan keilmuan tokoh tersebut pada masanya.



Proses pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan mencatat berbagai informasi penting, meliputi identitas naskah, kondisi fisik, riwayat kepemilikan, hingga kandungan nilai yang terdapat di dalamnya. Data yang berhasil dihimpun nantinya akan menjadi bagian dari basis data naskah kuno Kota Salatiga yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi, penelitian, serta pengembangan literasi sejarah bagi masyarakat dan akademisi di masa mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan yang tidak ternilai. Melalui inventarisasi yang dilakukan secara sistematis, diharapkan berbagai koleksi manuskrip yang masih tersimpan di lingkungan masyarakat maupun lembaga pendidikan dapat teridentifikasi dan memperoleh perhatian lebih dalam aspek pelestarian dan perlindungannya.

Perpustakaan UIN Salatiga menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara lembaga perpustakaan dan pemerintah daerah dalam menjaga khazanah intelektual bangsa. Keberadaan naskah-naskah kuno di lingkungan kampus tidak hanya menjadi bukti perjalanan sejarah perkembangan keilmuan Islam, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan tradisi literasi, penelitian, dan pelestarian budaya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan upaya pelestarian naskah kuno dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga warisan intelektual yang dimiliki masyarakat Salatiga tetap terjaga, terdokumentasi dengan baik, dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. (Snd)




