Sosialisasi & Bimtek Pemanfaatan Repositori Ilmiah Nasional (RIN): Perkuat Ekosistem Riset dan Diseminasi Ilmiah

Sosialisasi & Bimtek Pemanfaatan Repositori Ilmiah Nasional (RIN): Perkuat Ekosistem Riset dan Diseminasi Ilmiah

Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola dan pemanfaatan sumber daya ilmiah nasional, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) bersama narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat literasi informasi, integrasi data riset, serta optimalisasi diseminasi karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Hadir sebagai narasumber, Dra. Noer’aida, Pustakawan Ahli Madya BRIN, dan Seno Yudhanto, S.Hum., M.Hum., Pustakawan Ahli Muda BRIN, dan Titi Herawati, S.Ap, Pustakawan Ahli Madya BRIN yang memaparkan urgensi pemanfaatan Repositori Ilmiah Nasional sebagai instrumen pengelolaan pengetahuan berbasis open science. Dalam paparannya, narasumber menegaskan bahwa RIN tidak sekadar menjadi pusat penyimpanan dokumen ilmiah, melainkan juga infrastruktur strategis untuk meningkatkan visibilitas, sitasi, serta dampak riset nasional di kancah global.

Kegiatan ini turut dibuka dengan sambutan dari Direktur Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah BRIN, Hendro Subagyo, M.Eng., yang menekankan pentingnya sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem data riset yang terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan repositori merupakan bagian dari transformasi digital riset nasional yang berorientasi pada akses terbuka dan kolaborasi multidisipliner.

Dari pihak UIN Salatiga, sambutan disampaikan oleh Ketua LP2M UIN Salatiga, Hammam, Ph.D., yang menyatakan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu penelitian dan publikasi ilmiah dosen maupun mahasiswa melalui pemanfaatan platform nasional. Ia menegaskan bahwa integrasi karya ilmiah ke dalam RIN akan memperluas jejaring kolaborasi sekaligus meningkatkan rekognisi akademik institusi.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UIN Salatiga, Ifonilla Yenianti, M.A., menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pengelola repositori institusi dan penghubung dengan Repositori Ilmiah Nasional. Melalui bimtek ini, para pengelola repositori, pustakawan, serta sivitas akademika memperoleh pemahaman teknis terkait standar metadata, interoperabilitas sistem, hingga prosedur unggah dan kurasi dokumen ilmiah sesuai kebijakan nasional.

Secara substantif, kegiatan sosialisasi dan bimtek ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pengelolaan arsip ilmiah, memperkuat budaya berbagi pengetahuan (knowledge sharing), serta mendukung percepatan transformasi menuju tata kelola riset yang akuntabel dan berdampak. Dengan optimalisasi RIN, karya-karya ilmiah sivitas akademika tidak hanya terdokumentasi secara sistematis, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi nasional.(Snd)

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *